Peringatan Keras Lembaga Investigasi Negara: Pemerintah Kota Serang Diminta Bertindak Cepat, Jangan Tunggu Korban di Jalur Pipa Gas Pasar Rau

Serang — Peringatan keras kembali disuarakan Lembaga Investigasi Negara (LIN) terkait ancaman keselamatan di jalur pipa gas Pasar Rau yang hingga kini masih dipadati pedagang. Tekanan kuat disampaikan langsung oleh dua pimpinan nasional LIN yang menilai pemerintah Kota Serang lamban, normatif, dan tidak menunjukkan keberpihakan pada keselamatan publik.

 

Zainul Futur, SE, Wakil Direktur Investigasi LIN, menegaskan bahwa persoalan yang menyangkut keselamatan jiwa warga negara tidak boleh ditunda, tidak boleh dinegosiasi, dan tidak boleh ditolerir. Ia meminta pemerintah segera bertindak tegas untuk mensterilkan lokasi dari segala aktivitas perdagangan.

 

“Bencana alam tidak bisa diprediksi. Jangan tunggu ada korban jiwa. Tempat itu adalah jalur vital dan harus benar-benar disterilkan,” tegas Zainul.

Ia menyoroti bahwa Pemerintah Kota Serang terlalu sering bersikap reaktif, bukan preventif. Padahal, potensi kebocoran pipa gas adalah ancaman nyata yang bisa memicu ledakan dan membahayakan warga sekitar.

 

Zainul menekankan bahwa pemerintah harus konsisten dan tidak boleh goyah karena tekanan kelompok tertentu yang ingin mempertahankan aktivitas di zona bahaya. “Keselamatan rakyat tidak bisa ditawar. Pemerintah wajib memastikan pengosongan kawasan tersebut secara total, bukan setengah-setengah,” ujarnya.

 

LIN Ingatkan Pemerintah: Jangan Tunggu Ada Mayat Baru Bergerak

 

Nada lebih keras disampaikan oleh Drs. Antoni Pane, Sekretaris Jenderal LIN. Ia menilai sikap pemerintah yang hanya mengeluarkan surat edaran tanpa tindakan nyata adalah bentuk kelalaian yang berbahaya dan tidak dapat dibenarkan.

 

“Pemerintah harus segera bertindak tegas. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru bergerak. Penertiban di jalur pipa gas bukan sekadar penataan, ini menyangkut nyawa manusia,” kritik Antoni Pane.

 

Menurutnya, selama pemerintah ragu-ragu mengambil keputusan, risiko bagi pedagang, pengunjung pasar, dan warga sekitar semakin besar. Ia memperingatkan bahwa jika terjadi ledakan atau kebakaran, tanggung jawab hukum dan moral sepenuhnya ada di pundak pemerintah.

 

Kritik Tajam: Pemerintah Dianggap Tidak Siap dan Tidak Serius

 

Kedua pejabat LIN itu sepakat bahwa kebijakan Pemkot Serang masih bersifat setengah hati, seolah hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif tanpa langkah konkret di lapangan. Kondisi di Pasar Rau disebut sangat memprihatinkan, karena aktivitas pedagang terus berjalan di zona yang jelas-jelas dikategorikan sebagai kawasan merah.

 

LIN menegaskan bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama dan meminta Pemkot Serang untuk:

Mensterilkan total area pipa gas

Menindak tegas pelanggar tanpa kompromi

Menghentikan semua aktivitas perdagangan di jalur bahaya

Menjalankan penertiban tanpa menunda waktu

Kesimpulan: Ancaman Nyawa Tidak Boleh Dianggap Remeh

 

Pernyataan keras dari pimpinan LIN ini menjadi tekanan moral dan politik bagi Pemerintah Kota Serang untuk tidak lagi bermain-main dengan keselamatan publik.

 

“Jangan menunggu tragedi baru menyesal. Pemerintah harus hadir sebelum korban berjatuhan, bukan setelahnya,” tegas Antoni Pane.

 

Pesan LIN jelas dan tegas: nyawa manusia harus didahulukan di atas kepentingan ekonomi maupun kompromi politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *