SAMPANG ][ pemburukriminal.com —Kepemimpinan Slamet Junaidi sebagai Bupati Sampang selama dua periode menunjukkan dinamika pembangunan yang cukup signifikan, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan hingga peningkatan layanan dasar masyarakat.
Sejak menjabat pada periode pertama (2019–2024) hingga memasuki tahun pertama periode kedua (2025–2026), sejumlah program strategis telah direalisasikan, disertai berbagai penghargaan di tingkat regional maupun nasional.
Fokus Awal: Tata Kelola, Desa, dan Infrastruktur
Pada periode pertama, Pemerintah Kabupaten Sampang menitikberatkan pembangunan melalui program “GEMA SAHABAT” yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi desa, serta percepatan pembangunan infrastruktur.
Hasilnya mulai terlihat dari meningkatnya status desa berkembang menjadi desa maju, serta membaiknya tata kelola pemerintahan desa yang dinilai semakin akuntabel.
Di sektor pelayanan publik, Pemkab Sampang juga mencatat lahirnya ratusan inovasi dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), yang mendorong percepatan layanan kepada masyarakat.
Selain itu, pembangunan infrastruktur, termasuk pengembangan wilayah utara (Pantura) dan proyek layanan kesehatan seperti RSUD Ketapang, menjadi bagian dari realisasi program prioritas saat itu.
Penghargaan Periode Pertama
Sejumlah capaian tersebut turut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Sampang meraih berbagai penghargaan, di antaranya:
Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) secara berturut-turut
Penghargaan Kabupaten Terinovatif
Penghargaan program halal terbaik tingkat Jawa Timur
Penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas pembinaan prestasi olahraga daerah
Penghargaan tersebut mencerminkan penguatan di bidang tata kelola keuangan, inovasi birokrasi, serta pengembangan sektor unggulan daerah.
Periode Kedua: Konsolidasi dan Penguatan Layanan Dasar
Memasuki periode kedua sejak dilantik pada Februari 2025, fokus pembangunan diarahkan pada penguatan program yang telah berjalan, terutama di sektor kesehatan, tata kelola pemerintahan, dan ekonomi masyarakat.
Salah satu program yang terus berlanjut adalah layanan kesehatan gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC), yang tetap dipertahankan dengan dukungan anggaran daerah.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sampang juga mulai memperkuat sistem pencegahan korupsi melalui kolaborasi dengan lembaga pengawas, serta menyusun arah pembangunan baru dalam RPJMD 2025–2029.
Proyek Strategis Mulai Disiapkan
Di periode kedua, sejumlah proyek strategis mulai disiapkan, antara lain:
Rencana relokasi RSUD dr. Muhammad Zyn
Penataan kawasan alun-alun sebagai pusat ekonomi dan UMKM
Pembangunan masjid agung sebagai ikon daerah
Meski sebagian masih dalam tahap awal, program tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan jangka menengah Kabupaten Sampang.
Penghargaan Tahun Pertama Periode Kedua
Dalam kurun satu tahun pertama periode kedua, Pemkab Sampang kembali menorehkan sejumlah penghargaan, di antaranya:
Innovative Government Award (IGA) 2025 sebagai Kabupaten Terinovatif tingkat nasional
UHC Awards 2026 atas capaian jaminan kesehatan masyarakat
Penghargaan Industri Hijau Jawa Timur 2025
Penghargaan Top Pembina BUMD 2025
Penghargaan di bidang pendidikan keagamaan dan inovasi daerah
Evaluasi: Progres Nyata, Tantangan Masih Ada
Secara umum, capaian dua periode kepemimpinan ini menunjukkan kemajuan pada aspek tata kelola pemerintahan, inovasi layanan publik, serta akses layanan kesehatan masyarakat.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, pemerataan infrastruktur, dan peningkatan dampak ekonomi secara luas bagi masyarakat.
Penutup
Memasuki tahun pertama periode kedua, kepemimpinan Slamet Junaidi masih berada pada tahap konsolidasi dan penguatan program. Hasil besar dari berbagai proyek strategis yang direncanakan diperkirakan baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan.
(Redaksi)













