


DUGAAN PENJUALAN MIRAS TANPA IZIN DI ALCAPONE CLUB & KTV BERAU JADI SOROTAN MASYARAKAT.
BERAU — Isu dugaan peredaran dan penjualan minuman keras tanpa perizinan resmi di Alcapone Club & KTV yang berlokasi di Jl. Murjani No. 04, Berau, Kalimantan Timur, kini semakin mengemuka dan menjadi pembahasan hangat di tengah masyarakat luas.
Peredaran miras di salah satu tempat hiburan malam (THM) sejumlah instansi,Pemerintah Kota (PemkoT) SATPOL PP DIMINTA untuk memperkuat pengawasan tempat hiburan malam dan pengendalian peredaran minuman beralkohol atau miras.
Informasi yang beredar di masyarakat, menyebutkan bahwa tempat hiburan malam tersebut diduga secara aktif menjual berbagai jenis minuman keras kepada pengunjung tanpa dilengkapi izin usaha dan perizinan perdagangan yang sah sesuai ketentuan yang berlaku sabtu ( 10 /10/2026 ).
Kabar ini memicu kekhawatiran sekaligus kecurigaan mendalam warga, terlebih tempat hiburan ini beroperasi sangat dekat dengan lingkungan pemukiman penduduk. Sebelumnya, warga sekitar juga telah menyampaikan keluhan terkait suara bising dan denguman musik yang terdengar hingga larut malam, mengganggu waktu istirahat sehari-hari.
Ketua DPD lembaga investigasi negara (LIN) KALTIM meminta langkah cepat kepada
pemerintah kabupaten Berau harus gerak cepat dalam mengantisipasi peredaran miras diSejumlah tempat hiburan malam (THM), salah satu di antaranya aLcapon pihak terkait yaitu dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, Bagian Hukum, Satpol PP, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Diminta untuk tidak tebang pilih dalam mengambil tindakan terhadap peredaran miras di wilayah kabupaten berau.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi berwenang tidak menutup mata terhadap isu ini. Warga menuntut peninjauan langsung dan pemeriksaan menyeluruh ke lokasi. Apabila dugaan penjualan miras tanpa izin ini terbukti benar, masyarakat menuntut adanya tindakan tegas dan nyata sesuai peraturan perundang-undangan demi menjaga ketertiban umum dan melindungi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Kami akan terus memantau perkembangan isu ini dan menyampaikan informasi terbaru segera setelah ada tanggapan resmi dari pihak berwenang.
* Tim*
