News  

BONGKAR KEBOHONGAN PUBLIK ! PEMBERSIHAN JALAN RAYA PANGARENGAN CUMA SETTINGAN FOTO, CAMAT MUHAMMAD JUNAIDI, MAIN SEMBUNYI DAN BUNGKAM !

PANGARENGAN, 13, oktober, 2026

Publik disuguhi klaim manis nan mentereng terkait aksi gotong royong masif Forkopimcam Pangarengan bersama Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur yang diklaim membersihkan seluruh ruas Jalan Raya Pangarengan. Namun, penelusuran fakta di lapangan membongkar kebohongan narasi tersebut: kegiatan itu sama sekali tidak menyapu bersih jalan raya, melainkan sekadar setting foto di beberapa titik pilihan!

 

Klaim seolah-olah seluruh jalur utama telah steril dan bersih dinilai sebagai bentuk pembohongan publik, manipulasi opini, serta pencitraan murah yang mencederai kepercayaan masyarakat.

 

 

Fakta Lapangan vs Narasi Klaim Sepihak

* Klaim Berita: Pembersihan dilakukan secara menyeluruh di sepanjang Jalan Raya Pangarengan.

* Fakta Lapangan: Petugas hanya turun dan bekerja di beberapa titik spot tertentu yang sengaja dipilih untuk kebutuhan dokumentasi dan latar foto.

* Kondisi Riil: Hanya berjarak beberapa meter dari lokasi pengambilan foto, semak belukar, rumput liar, dan bahu jalan yang kumuh masih dibiarkan terbengkalai tanpa tersentuh sedikit pun.

 

Camat Mohammad Junaidi Bungkam dan “Main Sembunyi” Saat Ditagih Transparansi

Dugaan kuat adanya narasi hoaks ini kian membara setelah respons dari pimpinan kecamatan dinilai mengecewakan. Mohammad Junaidi, selaku Camat Pangarengan, secara langsung diminta tanggapan, penjelasan, serta klarifikasi oleh warga di dalam grup WhatsApp “Info Seputar Pangarengan” terkait kebenaran berita yang beredar.

 

Bukannya memberikan penjelasan transparan sebagai pejabat publik, Mohammad Junaidi justru memilih bungkam seribu bahasa, tidak merespons, dan mengabaikan pertanyaan warga di grup tersebut.

Sikap bungkam, tidak acuh, dan enggan menjawab konfirmasi masyarakat ini seolah mengonfirmasi bahwa klaim pembersihan se-Jalan Raya Pangarengan memang sekadar narasi fiktif dan drama pencitraan. Sikap menutup mata dan telinga inilah yang akhirnya memicu peluncuran berita ini ke publik.

 

Masyarakat Murka: “Stop Pembodohan Publik lewat Drama Seremonial!”

Aksi formalitas yang terkesan sekadar mengejar konten foto ini memicu gelombang kritik pedas dari masyarakat dan pengguna jalan.

> “Ini jelas-jelas pembohongan publik! Jangan cuma gagah pasang foto dan spanduk ‘Gotong Royong’, tapi kenyataannya cuma kerja di titik itu-itu saja! Giliran ditagih penjelasan di grup warga, Camat Mohammad Junaidi malah ngumpet dan tidak berani jawab. Kalau memang kerja benar, kenapa harus takut menjelaskan?” tegas seorang warga dengan nada geram.

>

Masyarakat menuntut agar Forkopimcam Pangarengan dan Dinas PU Bina Marga Provinsi segera menghentikan praktek pembodohan publik lewat klaim sepihak. Publik tidak butuh drama seremonial yang hilang begitu kamera selesai membidik, melainkan kerja nyata yang tuntas dan bertanggung jawab.

 

Reporter :

 

( ROIKIN )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *